Garuda, Lambang NKRI

Uncategorized
Dec 182010

Dewa Vayu(Bayu) akan melindungi sayap-sayap mu, dewi Candra akan melindungi punggung mu, dewa Agni akan melindungi kepala mu. Semua Dewa akan melindungi mu.” Begitulah pesan Vinata, ibu Garuda sebelum Garuda berangkat untuk mengambil air kehidupan Amrita / Amerta dari tempat yang dilindungi oleh para dewa.
Ketika Garuda menetas dari telurnya, dia membuat seluruh dunia seakan terbakar dalam apinya. Bahkan para dewa mengira ketiga dunia akan musnah(bandingkan dengan letusan Toba 74.000 tahun yang lalu yang membuat seluruh dunia nyaris kiamat di sini). Karena takut, para dewa memuji dan membujuk Garuda. Garuda menurut lalu mengecilkan ukuran tubuhnya dan energinya. Hal ini membuat Garuda juga merupakan representasi simbol Sang Surya.

Garuda adalah anak yang berbakti terhadap ibunya, Vinata. Garuda rela mempertaruhkan nyawanya untuk mengambil Amrita yang dijaga oleh para dewa-untuk menukarnya dengan kebebasan ibunya-yang diperbudak oleh Kadru. Kadru adalah ibu dari semua naga dan ular.

Dalam perjalanannya mengambil Amrita, Garuda harus melewati tiga rintangan yang akhirnya dapat dihadapi dengan akal dan kekuatannya. Dalam perjalanan untuk membebaskan ibunya, Garuda berpapasan dengan dewa Vishnu dan mereka bertukar janji. Vishnu berkata bahwa ia dapat memberikan keabadian kepada Garuda tanpa Garuda minum air Amrita, dan Garuda berjanji menjadi tunggangannya. Setelah itu Garuda berpapasan dengan Indra dan mereka juga bertukar janji, Garuda berjanji bahwa setelah  mengantarkan Amrita ke para naga dan membebaskan ibunya, ia akan membuat kesempatan sehingga dewa Indra dapat mengambil Amrita kembali. Setelah berhasil membebaskan ibunya, Garuda memenuhi janjinya kepada Vishnu dan Indra.

Dalam Budhisme Tibet, Garuda adalah satu dari 4 mahluk dewata yang mewakili karakteristik bodhisattva. Dalam konsep ini, Garuda mewakili sisi utara, sebagai penguasa dilangit, mempunyai sifat pemberani, mempunyai kekuatan besar, pantang mundur dan mewakili kebijaksanaan.

Di dalam sejarah Nusantara Garuda menjadi symbol yang turun temurun, tidak lepas dari kepercayaan bahwa raja adalah inkarnasi dari Vishnu. Pada candi Belahan, kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Prabu Airlangga yang memerintah di Kahuripan dari tahun 1009-1042 digambarkan sebagai Vishnu yang mengendarai Garuda. Demikian juga pada tahun 898 sampai 910 Dyah Balitung Rakai Watukura yang berkuasa di Mataram kuno mempunyai gelar terakhir Garuda Muka. Di kompleks candi Prambanan, terdiri dari 3 candi utama yang melambangkan Vishnu, Brahma dan Shiva pada masing-masing candi terdapat candi pendamping yang menghadap ke barat, yaitu Nandini untuk Shiva, Angsa untuk Brahma, dan Garuda untuk Vishnu. Bahkan sekarang pun, salah satu upacara adat terbesar di Jogjakarta, Garebeg Dal yang dalam prosesinya memberikan sedekah dalam bentuk pareden/gunungan juga terlihat avatar Garuda. Sultan Jogjakarta secara implicit juga melambangkan inkarnasi Vishnu, sama seperti raja-raja di Jawa sebelumnya. Simbol ini diperkuat dengan kendaraan yang dipakai Sultan untuk parade, yaitu Garuda Kencana yang dihiasi dengan ornament dan sayap Garuda, menggambarkan Garuda yang menjadi tunggangan Vishnu.
Garuda juga menjadi lambang maskapai penerbangan nasional, Garuda Indonesia. Motif Garuda / sayap garuda juga sering digunakan dalam batik.

Sebagai symbol Negara Indonesia, Garuda mempunyai makna yang penting. Warna emas melambangkan kejayaan. Jumlah bulu melambangkan hari proklamasi kemerdekaan Indonesia (17 Agustus 1945), antara lain:

  • Jumlah bulu pada masing-masing sayap berjumlah 17
  • Jumlah bulu pada ekor berjumlah 8
  • Jumlah bulu di bawah perisai/pangkal ekor berjumlah 19
  • Jumlah bulu di leher berjumlah 45

Dalam cerita tersebut, kita tahu mengapa Garuda dipilih oleh founding fathers kita, ketika bangsa kita merdeka, kita bebas dari perbudakan-seperti Garuda membebaskan ibunya dari perbudakan. Di dalam darah kita, mengalir darah Garuda.
Kita adalah anak-anak Garuda. Sebagai anak-anak Garuda, diharapkan kita mempunyai karakteristik yang sama yaitu:

  1. Berbakti kepada ibunya dan rela berkorban. Ibu di sini bukan hanya ibu kandung, namun juga ibu pertiwi.
  2. Menghancurkan segala bentuk kejahatan.
  3. Avatar pembebasan, seperti Garuda yang membebaskan ibunya dari perbudakan.
  4. Berani, pantang mundur dan cerdik.
  5. Mempunyai sifat ksatria, memegang teguh janji nya.
  6. Mempunyai integritas yang tinggi.
  7. Bijaksana.

Sorry, the comment form is closed at this time.

© 2010 copyright Indonesia Revive ! Suffusion theme by Sayontan Sinha